TUGAS KELOMPOK
PRODUKSI TERNAK UNGGAS
![]() |
Disusun oleh :
KELOMPOK : I B
Burhan Aminuddin 23010113120050
Muhammad Fajar Mahardhika 23010113120056
Rizkiyatul Mufidah 23010113120068
Maemonah
23010113120070
Dhimas Puspitasari 23010113120080
PROGRAM STUDI S-1 PETERNAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN DAN PERTANIAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2015
BAB I
PENDAHULUAN
Peternakan itik petelur merupakan usaha kegiatan memelihara bebek dengan tujuan ekonomi menghasilkan telur. Pemeliharaan ternak itik
petelur adalah usaha yang memilki
tujuan untuk peningkatan atau kemajuan dalam usaha dana pemenuhan kebutuhan protein hewani
dari telur yang terus meningkat
untuk itu perlu ditingkattkan melalui efisiensi
produktivitasnya. Efisiensi produksi peternakan sangat bergantung kondisi
ternak, lingkungan tempat hidup ternak (perkandangan), ketersediaan pakan
dan manajemen. Kondisi ternak dan lingkungan sangat bersar pengaruhnya dalam
produktivitasnya walaupun manjemen dan pakan juga penting. Hal ini karena
lingkungan tempat hidup
terutama sistem perkandangan di daerah tropis yang tidak bisa konstan, untuk itu perlu diperhatikan kondisi
fisik ternak dan lingkungan yang cocok untuk produktivitasnya.
Tujuan dari Study
kasus terutama ini mengetahui dan mengamati fisiologis lingkungan terutama perkandang pada ternak. Manfaat dari
praktikum ini adalah mahasiswa mampu mengetahui kondisi lingkungan dan perkandangan
yang baik utuk produktivitas itik
petelur.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1.1.
Itik
Itik merupakan salah satu jenis unggas yang sudah di domestikasi menjadi itik
lokal atau hewan ternak untuk tujuan
tertertu salha satunya itik petelur. Itik petelur berada di Indonesia yang
berasal dari itik Indian Runner.
Itik ini merupakan itik petelur meyebar dari jawa terutama
Jawa Tengah yang dibudiyakan sebagai itik petelur (Suharno dan Amri,
2011). Itik merupakan hewan
memilki sifat aquatik dan omnivorus yaitu pemakan segalanya. Keunggulan Itik petelur dibandingkan ternak
unggas petelur lainya yaitu mampu
menghasilkan produksi telur dengan waktu yang cukup lama dibandingkan unggas lain, tingkat
mortalitas itik lebih kecil sehingga menguntungkan. Salah satu itik yang sering
dibudidayakan adalah itik tegal dan mojosari karena produksi telur tinggi sekitar
250 butir /tahun dengan pemeliharan intensif. Ciri-ciri
itik petelur secara umum memilki tubuh ramping, berdiri
hampir tegak seperti botol dan lincah.
1.2.
Aspek
perkandangan
Aspek perkandangan salah satu aspek yang sangat berpengaruh pada produktivitas
ternak, karena perkandangan merupakan aspek fisik yang perlu diperhatikan untuk mempermudah pengelolaan dan pemeliharaan ternak. Perkandangan merupakan tempat atau lahan
atau lokasi yang digunakan sebagai segala aktivitas peternakan yang di dalamnya
terdapat kandang dan banguan serta alat- alat penujang kegitan peternakan
(Putra, 2009).
1.2.1.
Kandang
Kandang adalah tempat hidup ternak untuk berlindung, beristirahat dan juga merupakan tempat untuk melakuakan
aktivitas seperti bertelur bagi itik.
Salah satu kandang
dengan sistem pemeliharan intensif yang baik adalah kandang kering . Kandang yang hanya
menyediakan air untuk aktifitas mencuci muka dan minum. Kelebihan dari kandang
kering adalah untuk meminimalisasi bau kotoran itik. Kontruksi dan
bahan kadang juga perlu diperhatikan karena sangat berpengaruh secara langsung
terhadap iklim dalam kandang. Bahan yang
dipilih harus sesuai dengan daerah peternakan atau lokasi karena Indonesia merupaka daerah beriklim tropis
yang kondisinya tidak stabil dimana
daratan rendah memiliki suhu yang sangat tinggi dan angin yang kencang dan
didaratan tinggi memilki kelembaban yang tinggi dan suhu yang rendah. Bahan kontruksi untuk kandang daratan rendah
harus berbahan yang tidak mudah menyerap
panas. Konstruksi dinding kandang yang baik untuk
dareaha tropis biasanya dibuat dengan ukuran setengah terbuka sehingga sirkulasi atau pertukaran udara
lancar. Sirkulasi udara yang lancar di dalam kandang dapat
mengurangi cekaman panas, kelembaban, dan polusi amonia Atap
kandang terbuat dari genting atau asbes
yang memberikan keteduhan bagi ternak sehingga tidak terlalu panas ketika
terkena sinar matahari dan dingin ketika hujan.
1.2.2.
Perlengkapan kandang
Kandang yang baik harus dilengkapai dengan fasilitas yang
dapat menunjang kegiatan peternakan yang sifatnya mempermudah peternakan untuk
mengelola peternakan. Falisitas yang harus ada yaitu sumber listrik untuk
penerangan dan membantu mempermudah penggunaan alat-alat yang memerlukan sumber
listrik. Selain itu sumber air bersih
yang sangat penting untuk menjalan kegiatan peternakan karena iar berfungsi sebagai suamber air
minum ternak dan membantu mempermudah
sanitasi di kandang. Tempat
air minum dan makan juga sangat penting karena mempermudah pengaturan pemberian pakan
pada ternak agar pakan dan minum yang
diberikan tidak mudah tercecer (Suharno
dan Amri, 2011).
1.2.3.
Lingkungan kandang
Lingkungan perkandangan itik
petelur sedang dalam fase
produksi telur sangat berpengaruh terhadap produktivitas ternak karena
kesehatan ternak dan produk atau hasil ternak dipengaruhi oleh lingkungan, ternak yang tidak sehat akibat terserang
penyakit akibat lingkungan yang kurang baik dapat menyebabkan produksi telur menurun atau
telur yang dihasilkan berkualitas
jelek akibat
lingkungan yang tidak mendukung
Lokasi kandang harus jauh dari pemukiman yang
padat tetapi mudah dijangkau oleh kendaraan. Lingkungan yang padat dan bising
dapat menyebabkan ternak mengalami stress selain itu stres pada ternak dapat
disebabkan oleh perubahan cuaca, makanan, , suara keras yang mendadak dan
faktor lingkungan lain yang sifatnya tiba-tiba. Gangguan-gangguan yang sifatnya tiba-tiba secara langsung dapat menurunkan produksi
telur, karena itik cenderung untuk menahan telurnya dalam alat reproduksi bila
terjadi stres, selain itu ternak
sulit dikendalikan, mudah
ketakutan dan tidak mau makan
(Suharno dan Amri, 2011).
Keadaan lingkungan sekitar kandang juga berpengaruh terhadap iklim mikro pada kandang
salah satunya adanya naungan disekitar kandang yaitu pohon dapat
membantu untuk mengurangi intensitas radiasi matahari sehingga dapat mengurangi
suhu lingkungan kandang yang dapat meyebabkan cekaman panas pada
tubuh ternak di siang hari .
BAB
II
ISI
2.1. Profil Peternakan
Peternakan itik yang dievaluasi
adalah peternakan itik milik bapak
Slamet Utomo yang beralamat di daerah pesisir
pantai Tambak lorot kota Semarang
Jawa Tengah. Itik tersebut dipelihara sejak
fase stater yaitu umur 0- 1minggu.
Usaha yang dimiliki selain peternakan itik petelur
juga memilki usaha lain yaitu usaha
peternakan itik pedaging dan produksi pembuatan pakan itik yaitu tepung ikan. Jumlah itik yang dipelihara sebanyak 300 ekor
itik petelur yang sudah dalam fase produksi dengan umur kurang lebih satu tahun atau 50 minggu. Itik yang dipelihara merupakan itik petelur
mojosari dan itik tegal yang di suplai dari peternakan di daerah
Purwodadi Jawa Tengah
2.2. Evaluasi Perkandangan
Lokasi kandang
yang digunakan terletak di lokasi yang
strategis karena berda didaerah yang mudah
atau dekat dengan sumber air, kandang sangat terjankau karena mudah
transportasi untuk menuju lokasi, akan tetapi kandang tersebutjuga memiliki
sisi negatif yaitu lokasi kandang tetlau dekat dengan pemukiman yang sangat
padat penduduk, hal ini sangat berpengaruh terhadap kondisi ternak terutama
produksinya karena itik sangat sentisitif terhadap kondisi lingkungan
terutama yang sifatnya gaduh dan bising. Hal ini tidak sesuai lokasi Peternakan atau kandang yang baik
menurut Suharno dan Amri ( 2011) yang menyatakan lokasi kandang harus
jauh dari pemukiman yang padat tetapi mudah dijangkau oleh kendaraan.
Lingkungan yang padat dan bising dapat menyebabkan ternak mengalami stress
selain itu stres pada ternak dapat
disebabkan oleh perubahan cuaca, makanan, suara keras yang mendadak dan faktor
lingkungan lain yang sifatnya tiba-tiba. Gangguan-gangguan yang sifatnya tiba-tiba secara langsung dapat menurunkan produksi
telur, karena itik cenderung untuk menahan telurnya dalam alat reproduksi bila
terjadi stres, selain itu ternak
sulit dikendalikan, mudah
ketakutan dan tidak mau makan.
Lingkungan sekitar
kandang selain tidak boleh dekat dengan pemukiman juga harus sesuai dengan kebutuhan ternak dan mendukung
kondisi fisik kandang yang baik utuk ternak. Keadaan lingkungan sekitar kandang juga berpengaruh terhadap iklim mikro pada kandang
salah satunya adanya naungan disekitar kandang yaitu pohon dapat
membantu untuk mengurangi intensitas radiasi matahari sehingga dapat mengurangi
suhu lingkungan kandang yang dapat meyebabkan cekaman panas pada
tubuh ternak di siang hari.
Kandang yang digunakan pada peternakan itik
milik bapak Slamet merupakan kandang sifatnya kering dengan pola pemiliharaan
intensif. Kandang tersebut merupakan
kandang dengan kontruksi dari bahan bambu dan kayu serta papan, lantai kandang berupa tanah, atap berbahan
genting dari tanah liat, dengan tipe atap
gable atau tipe A. Dinding kandang berasal dari bahan bambu dengan setengah bagian rapat dan
setengahnya terbuka dengan
penutup berupa terpal. Penggunaan
kontrusksi kandang termasuk baik karena penggunaan penutup terpal dapat mengurangi dan mengontrol angin yang
masuk ke dalam kandang ketika siangan dan malam. Konstruksi kandang yang digaunakan termasuk baik
karena dibuat dengan ukuran setengah terbuka sehingga sirkulasi atau pertukaran udara
lancar. Sirkulasi udara yang lancar di dalam kandang dapat
mengurangi cekaman panas, kelembaban, dan polusi amonia. Atap
kandang yang digunakan cukup baik karena
terbuat dari genting yang memberikan keteduhan bagi ternak sehingga tidak
terlalu panas ketika terkena sinar matahari dan dingin ketika hujan.
Lantai kandang yang digunakan berasal dari tanah hal ini
sebenarnya kurang sesuai untuk ternak
yang sifatnya aquatik karena itik suka
dengan air dan ekskretanya bersifat basah
sehingga penggunaan tanah
ssebagai lantai kandang kurang bagus karena sifat tanah yang mudah basah akibat
tumpahan air dan ekskreta itik sehingga
menyebabakan suhu turun dan kelembaban tinggi. Suhu dan
kelembaban udara merupakan dua faktor lingkungan yang mempengaruhi produksi
telur itik, karena dapat menyebabkan perubahan keseimbangan panas dalam tubuh
ternak, keseimbangan air, keseimbangan energi, keseimbangan tingkah laku
ternak. Lantai
yang terlalu lembab dapat mempengaruhi suhu disekitarnya,
kelembaban dapat mempengaruhi penyerapan zat amoniak yang dihasilkan dari
kotoran itik, kandungan amoniak yang tinggi mengganggu itik dalam pengambilan
oksigen, sehingga mengganggu metabolisme, penurunan konsentrasi hormon dalam
darah, yang akibatnya berpengaruh pada tingkat produksi telur. lantai kandang
dapat basah oleh tumpahan air minun.
Ukuran kandang yang digunakan untuk kandang petelur milik
bapak Slamet memiliki luas 125 m2
dengan lebar 5 m danpanjang 5 m. Berdasarkan
ukuran tersebut kandang bapak Slamet milki kepadatan 2 – 3 ekor/m2.
Hal in termasuk kandang yang baik karena tidak melebihi kapasitas atau
kepadatan kandang bebek yang seharunya
yaitu 4-5 ekor/m2. Kepadatan kandang sangat mempengaruhi kondisi
ternak karena semakin padat ternak dalam kandang dapat meneyebabkan terngganggu itik dalam proses pengambilan oksigen dan kondisi
suhu kandang dapat meningkat dan
terngganggu itik dalam proses pengambilan
oksigen sehingga sirkulasi udara didalam kandang menjadi terganggu.
Pelengkapan penunjang
yang sangat penting dalam perkandangan harus tersedia.
Berdasarkan hasil pengamatan kandang miliki bapak Slamet sudah termsuk standar yang baik karena
dilengkapi dengan tempat pakan dan
minum, tempat, penyimpanan pakan,
saluran irigasi dan sanitasi peruba selokan, penampungan air dan lampu
penerangan. Penerangan kandang diberikan untuk
memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi
bagian-bagian kandang.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
Putra, A. 2009. Potensi
Penerapan Produksi Bersih Pada Usaha Peternakan Sapi Perah (Studi Kasus
Pemerahan Susu Sapi Moeria Kudus Jawa Tengah). Magister Ilmu Lingkungan
Universitas Diponegoro Semarang. (Tesis)
Suharno, B. Dan K. Amri. 2010. Panduan Beternak Itik
Secara Intensif. Panebar Swadaya. Jakarta
Sari, O., B. Priyono dan N. R. Utami. 2012. Suhu,
kelembaban, serta produksi telur itik pada kandang tipe litter dan slat. Unnes Journal of
Life Science 1(2) : 94-100

Tidak ada komentar:
Posting Komentar